Cek Kosong

Posted: Januari 8, 2012 in tulisan Heri yang lainnya,,click this

Praktik penerbitan cek kosong makin lama makin meningkat, sehingga banyak pihak yang dirugikan. Cek kosong adalah cek yang diajukan kepada bank, namun dana nasabah yang menerbitkan tidak cukup atau tidak ada untuk membayar surat cek tersebut. Cek kosong adalah cek yang ditolak dalam tenggang waktu adanya kewajiban adanya penyediaan dana oleh penarik kaerena dananya tidak cukup. Hal ini sudah diatur dalam SK Direksi Bank Indonesia No.28/122/KEP/DIR/1996 tentang Cek/Bilyet/Giro Kosong dan SEBI No.28/137/UPG tanggal 5 Januari 1996, serta Undang-Undang tentang cek kosong UU No.17 tahun 1964, UU ini dicabut karena sanksi yang terlalu berat.

Masalah yang menyebabkan diterbitkannya surat cek kosong adalah:

a. Kelemahan pasal 180 KUHD yang berhubungan dengan penerbitan surat cek dan penyediaan dana pada bankir. Yangmempunyai dana dibawah pengawasannya guna kepentingan penerebit, dana mana menurut perjanjian, tegas dan diam-diam, penerbit berhak menggunakannya dengan menerbitkan surat cek.

b. Adanya rahasia bank seperti yang diatur dalam pasal 40 UU No.7 tahun 1992 jo UU No.10 tahun 1998. Rahasia ank merupakan suatu kewajiban yang dipegang oleh bank, oleh karena itu siapapun tidak boleh tahu tentang keadaan keuangan seorang nasabah, seperti penerbit cek., yang penting pada waktu surat cek ditunjukkan dana untuk surat cek cukup, karena penyediaan dana merupakan kewajiban dan tanggung jawab si penerbit, sadar atau tidak sadar si penerbit bertanggung jawab atas penyedaiaan dana tersebut.

c. Ada unsur spekulasi dari pemilik rekening giro, yaitu penerbit surat cek. Kadang-kadang penerbit surat cek bertindak spekulasi, dengan harapan pada waktu jatuh tempo si penerbit dapat menyediakan dana yang cukup pada tersangkut pada waktu surat cek jatuh tempo. Tindakan spekulasi ini kadang dimanfaatkan oleh para spekulan dalam lalu lintas pembayaran dengan surat cek, dalam arti, apabila surat cek itu baru diperlihatkan menjelang waktu peredarannya berakhir, maka si penerbit memiliki cukup waktu untuk mengusahakan dana guna pembayaran surat cek tersebut.

d. Administrasi bank kurang waspada, karena tidakmenjalankan prinsip-prinsip kehati-hatian. Hal ini terjadi karena adanya sikap kurang waspada, misalnya ada pegawai bank yang bertindak tidak memeriksa dana setiap surat cek tersebut, cukup atau tidak? Sehingga dapat terjadi surat cek kosong yang diterbitkan oleh spekulan, tanpa kesulitan apapun.

Untuk mengatasi permasalahan surat cek kosong ini dapat diatasi dengan usaha:

1. Bersifat preventif

Suatu tindakan pencegahan agar suatu perbuatan tidak terjadi, misalnya dengan penyempurnaan pasal-pasal dalam KUHD. Selain diperlukan adanya peningkatan efektifitas asministasi bank serta pengawasan yang rapi, dengan memperhatikan dan menjalankan prinsip kehati-hatian sebagaimana yang diwajibkan dalam undang-undang perbankan.

2. Bersifat represif

Tindakan lebih lanjut akibat adanya perbuatan penerbitan cek kosong secara damai menurut peraturan yang berlaku dan kesepakatan pihak-pihak dan penyelesaian lewat pengadilan secara perdata. Apabila yang bersangkutan dapat dibuktikan bahwa ia sengaja menerbitkan cek kosong guna keuntungan pribadi dengan cara menipu sehingga orang lain dirugikan, maka dapat saja yang bersangkutan dituntut pidana.C

About these ads

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s