SEORANG ENTERPRENEUR SUKSES “EX PEDAGANG KERTAS BERWAWASAN LUAS”

Posted: Januari 3, 2011 in tulisan Heri yang lainnya,,click this

William Soeryadjaya adalah pendiri PT Astra Internasional. Ia sempat putus sekolah ketika usai 19 tahun. Ia kemudian banting setir menjadi pedagang kertas di Cirebon. Selain berdagang kertas, William muda juga berdagang benang tenun di Majalaya. Tak begitu lama, ia beralih menjadi pedagang hasil bumi, seperti minyak kacang, beras, dan gula.

Dari perolehan hasil berdagang itu, William muda lalu melanjutkan studinya ke Belanda, dengan masuk ke Middlebare Vakschool V/d Leder & Schoen Industrie Waalwijk, sekolah industri yang mengajarkan penyamakan kulit. Begitu kembali ke Tanah Air tahun 1949, William mendirikan industri penyamakan kulit, yang kepengurusannya dia serahkan kepada seorang kawannya. Tiga tahun kemudian, William mendirikan CV Sanggabuana, bergerak di bidang perdagangan dan ekspor-impor. Cuma balanya, dalam menggeluti bisnis ini, ia ditipu rekannya. Beliau rugi jutaan rupiah.

Lima tahun kemudian, atau tepatnya tahun 1957, bersama Drs Tjia Kian Tie, adiknya, dan Lim Peng Hong, kawannya, William mendirikan PT Astra Internasional Inc. Bisnis perusahaan barunya ini pada mulanya hanya bergerak dalam pemasaran minuman ringan merek Prem Club, lalu ditambah dengan mengekspor hasil bumi. Dalam perkembangan berikutnya, lahan garapan usaha astra meluas ke sektor otomotif, peralatan berat, peralatan kantor, perkayuan, dan sebagainya. Astra tumbuh bak “pohon rindang”, seperti yang ditamsilkan William sendiri. Keberhasilan Astra ketika itu, diakui William, tidak terlepas berkat ada kebijaksanaan Pemerintah Orde Baru, yang memberi angin sejuk kepada dunia usaha untuk berkembang. Salah satu contohnya tahun 1968-1969, Astra diperkenankan memasok 800 kendaraan truk merek Chevrolet. Kebetulan, saat itu pemerintah sedang mengadakan program rehabilitasi besar-besaran. Saking banyaknya yang membutuhkan, kendaraan truk itu laris bak pisang goreng. Apalagi, ketika itu terjadi kenaikan kurs dollar, dari Rp 141 menjadi Rp 378 per dollar AS. “Bisa dibayangkan berapa keuntungan kami,” ujar Oom Willem, panggilan akrabnya, kala itu. Sejak itu pula Astra kerap ditunjuk sebagai rekanan pemerintah dalam menyediakan berbagai sarana pembangunan.

Banyak yang dapat kita ambil pelajaran dari William Soeryadjaya, untuk menjadi seorang pengusaha sukses diperlukan pengetahuan yang tinggi dan skills yang menghuni serta tidak lupa juga faktor keberuntungan yang harus selalu hadir. Sebelum William Soeryadjaya melanjutkan pendidikan di belanda ia juga sudah menjadi pengusaha yang bisa dikatakan sukses. Butuh biaya yang besar untuk berguru di negeri orang. Tapi William Soeryadjaya tidak cepat merasa puas walaupun dia berdagang ini itu tetapi dia merasa ada yang kurang yaitu basic pendidikannya yang putus ditengah jalan, maka dari itu ia menimba ilmu di negeri orang untuk menambah pengetahuannya untuk menjadi pengusaha yang sukses. Kesimpulan dari perjalanan hidup William Soeryadjaya adalah untuk menjadi pengusaha suskses dibutuhkan wawasan yang luas, wawasan itulah yang akan membawamu pada kenikmatan dari kata “sukses”

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s