BOTOX UNTUK AWET MUDA

Posted: April 15, 2011 in tulisan Heri yang lainnya,,click this

Botox dalah racun hasil mikroba Clostridium botulinum, yang biasanya ditemukan pada makanan kaleng yang sudah rusak. Botox sudah dikenal sejak lebih dari satu abad lalu. Dalam tiga decade terakhir, orang mengeksplorasi potensi racun itu untuk obat.

Pada prinsipnya, botox dapat melumpuhkan system penyampaian pesan didalam tubuh sehingga menghalangi kontraksi otot. Racun ini dapat melumpuhkan bahkan mematikan. Namun, pada dosis yang sangat rendah, botox dapat dipakai mengendurkan otot yang tegang.

Relaksi otot juga membantu menghilangkan keriput, terutama diwajah sehingga botox pun laris sebagai obat awet muda. The Asian Wall Street Journal (April 2002) melaporkan penjualan botox tahun 2001 mencapai 309,5 juta dolar AS (sekitar 2.847 milyar), yang sepertiganya digunakan untuk kecantikan. Di Jakarta sudah banyak dokter kulit manggunakan botox untuk terapi wajah.

Tahun 1989, FDA menyetujui terapi botox. Jika diinjeksikan ke otot yang sedang berkontraksi, botox akan terikat pada ujung neuromuscular dan menggangu pelepasan asetilkolin sehingga menghambat kontraksi otot. Dalam kecantikan, botox digunakan untuk menghilangkan keriput disudut mata, diantara alis, dan dahi. Botox juga dapat digunakan untuk menghilangkan lipatan-lipatan leher. Bahkan, racun ini dapat digunakan untuk mencegah produksi keringat berlebih.

Aplikasi Botox dalam medis juga tidak kalah banyak. Penderita stroke dengan gangguan motorik dapat diatasi dengan terapi botox. Botox juga digunakan untuk terapi cerebal palsy (CP) dan menghilangkan sakit kepala seperti migrain. Botox yang diinjeksikan di dahi tidak hanya merelaksasi otot, tetapi diduga juga menghambat pembebasan neurotransmitter yang berhubungan dengan rasa sakit.

Efek botox bergantung pada dosis dan bersifat temporer. Sel syaraf dapat balik kembali menghasilkan asetilkolin setelah tiga bulan. Terapi botox biasanya berlangsung 10 sampai 15 menit. FDA menganjurkan injeksi botox tidak lebih dari selang tiga bulan dengan dosis efektif yang paling rendah.

Terapi botox harus dilakukan dengan sangat hati-hati dan terkontrol karena kelalaian dapat menyebabkan difusi botox dan berdampak fatal. Efek samping yang dapat terjadi adalah sakit kepala, infeksi saluran pernafasan, dan gejala influenza sebagai reaksi alergi. Ada juga kemungkinan terbentuknya antibody terhadap botox sehingga pasien kebal pada terapi berikutnya.

Saat ini biaya terapi botox sekitar empat juta rupiah dirasa masih sangat mahal bagi sebagian masyarakat. Jika botox diproduksi di dalam negeri, maka biayanya mungkin akan turun sehingga dapat dijangkau oleh banyak pasien cacat mental maupun stroke. Jadi, tidak sekadar untuk awet muda.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s