Kenapa sih setelah makan itu ngantuk ???

Posted: Oktober 31, 2012 in tulisan Heri yang lainnya,,click this

Saat ini para peneliti telah menemukan penyebab kantuk tersebut. Kondisi terjaga dan pengeluaran energi ternyata bergantung pada sel orexin. Sel ini bertanggung jawab terhadap rasa kantuk, selain juga bekerja untuk membakar kalori. Sel orexin mengeluarkan stimulan yang disebut orexin/hypocretin di dalam otak. Para peneliti menemukan bahwa asam amino, yaitu nutrisi yang terkandung dalam putih telur, lebih sanggup untuk merangsang syaraf orexin dibandingkan dengan nutrisi lain. Seperti dilansir melalui Medicalxpress, Jumat (18/11/2011), Dr Denis Burdakov dari Department of Pharmacology and Institute of Metabolic Science mengatakan, “Pola tidur, kesehatan, dan berat tubuh saling berhubungan. Kerja bergilir, seperti juga diet yang kurang tepat dapat menyebabkan obesitas.”

“Impuls elektrik yang dikeluarkan sel orexin merangsang seseorang untuk terjaga dan memerintahkan tubuh untuk membakar kalori. Kami masih bertanya-tanya apakah nutrisi diet mengubah impuls-impuls tersebut,” tambahnya. Mereka menemukan bahwa asam amino dapat merangsang sel orexin. Sebelumnya, penelitian mereka telah menemukan bahwa glukosa menghalangi kerja orexin (ini yang menyebabkan seseorang mengantuk setelah makan), lalu peneliti memperhatikan interaksi antara gula dan protein. Mereka pun menemukan bahwa asam amino menghentikan pemblokiran yang dilakukan glukosa terhadap sel orexin. “Hal yang menarik adalah ia memiliki cara rasional untuk mengatur aktivasi sel otak dengan memilih makanan yang ingin dimakan,” kata Dr Burdakov. Namun, menurut Dr Burdakov, tidak semua sel otak dapat diatur dengan nutrisi, karena komposisi diet juga akan sangat menentukan.  Seperti dikutip dari Helium dan Steadyhealth, Selasa (20/4/2010) ada tiga alasan yang menyebabkan seseorang mengantuk setelah makan, yaitu:

1. Kekurangan enzim

Enzim bisa diibaratkan sebagai pekerja dalam tubuh, seperti rumah yang tidak akan bisa dibangun tanpa adanya pekerja meskipun bahan-bahannya sudah lengkap. Enzim memecah makanan yang dikonsumsi menjadi unit-unit yang lebih kecil sehingga dapat diserap oleh tubuh. Selain itu enzim juga bisa berfungsi sebagai katalis untuk membuat sesuatu bisa terjadi. Terdapat tiga jenis enzim yang dibutuhkan oleh tubuh untuk mencerna makanan yaitu enzim pencernaan yang disekresikan oleh kelenjar ludah, perut, pankreas, sel-sel endokrin dan juga usus kecil. Kedua, enzim yang ditemukan pada seluruh makanan mentah yang dikonsumsi. Ketiga, enzim metabolik yang berfungsi sebagai katalis, memproduksi energi, membuang kotoran dan detoksifikasi racun. Saat sedang makan, enzim tubuh bekerja sangat keras agar dapat mencerna semua makanan yang masuk. Karena terlalu keras bekerja, tubuh merasa lelah dan seharusnya saat lelah makanan yang dimakan bisa memberikan energi. Tapi bagi orang yang kekurangan enzim, makanan yang dimakan tidak bisa jadi energi karena ada gangguan penyerapan zat gizi. Akibatnya saat enzim lelah, tidak ada asupan energi sehingga membuat seseorang menjadi mengantuk.

2. Penggabungan makanan yang tidak tepat

Kebanyakan dari masyarakat tidak mengetahui mengenai penggabungan makanan (food combining) yaitu cara menggabungkan makanan agar dapat digunakan oleh tubuh sebagai nutrisi. Beberapa jenis makanan membutuhkan enzim tersendiri agar bisa dicerna seperti protein memerlukan protease, karbohidrat memerlukan amilase dan lemak memerlukan lipase. Ketika seseorang mengonsumsi protein dan karbohidrat secara bersamaan, maka bisa menimbulkan konflik enzim dalam pencernaan. Usahakan untuk menggabungkan protein dengan sayuran non-pati (sayuran berwarna hijau, tapi bukan kentang atau wortel), menggabungkan karbohidrat dengan sayuran, biji-bijian, mengonsumsi buah saja atau mengonsumsi 60-80 persen makanan mentah atau dikukus. Penggabungan makanan ini bisa membuat seseorang merasa kurang mengantuk dan menambah lebih banyak energy.

3. Pengaruh salah satu neuron

Alasan seseorang mengantuk setelah makan adalah neuron orexin. Neuron ini berada di hipotalamus yang merupakan bagian dari otak yang mengatur banyak proses serta hampir semua hormon. Ketika kadar gula darah meningkat, hal ini mengakibatkan kerja dari neuron orexin dihambat. Akibatnya seseorang akan merasa mengantuk karena kinerja neuron orexin yang bertanggung jawab untuk mengontrol seseorang agar tetap terjaga dihambat.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s